Kutulis Namamu di Hati
- Aug 30, 2025
- Rastono Sumardi
- Puisi Rastono Sumardi, Sastra
Puisi untuk Affan Kurniawan
Oleh : Rastono Sumardi
Affan
kau bangun pagi, pasang jaket hijau,
gas motor tua yang kadang mogok
cuma buat cari rezeki halal
Pesanan makanan di belakang
doa ibu di kepala
Tapi hari itu
jalan yang tiap hari kau lewati
berubah jadi liang lahat
Bukan karena banjir, bukan karena lubang
tapi karena roda besi aparat
yang harusnya menjagamu
malah hancurkan tubuhmu
Affan
kau bukan perusuh
kau bukan maling
kau bukan musuh negara
Kau cuma tukang antar makan
yang ingin pulang bawa senyum buat keluarga
Tapi apa daya
aspal menelanmu lebih cepat dari doa yang sempat kau bisikkan
Orang-orang berjas datang melayat,
kamera ramai, janji berhamburan.
“Kami berduka.”
“Kami usut tuntas.”
“Kami transparan.”
Ah, janji itu enteng sekali,
lebih enteng dari kantong plastik tempat makanan yang kau bawa.
Affan
ibu menangis
adikmu menangis
teman-temanmu menangis
Tapi negara?
Negara sibuk rapat
negara sibuk siaran pers
negara sibuk jaga wibawa
Kini namamu ada di spanduk
disebut di jalan-jalan
diteriakkan dalam demo
Ironi sekali, Fan.
Kau yang sederhana
yang berjuang cari makan keluarga
tiba-tiba dijadikan simbol kemarahan rakyat
Affan
kami tak bisa hidupkanmu kembali
Tapi kami bisa mengingatmu
dengan bahasa sederhana:
kau mati bukan karena salah
kau mati karena oknum aparat yang abai
Dan kalau buku sejarah nanti tak mau menulis namamu
biar kami tulis di hati kami
di helm-helm ojol yang terus melaju
di klakson motor-motor yang tiap hari cari rezeki
Affan,
istirahatlah
Kau pergi dengan cara paling pahit
tapi namamu akan terus hidup
di antara rakyat kecil yang selalu jadi korban
Luwuk, 28/08/2025
Satupena Sulawesi Tengah