Beras Terakhir

  • Aug 30, 2025
  • Rastono Sumardi
  • Puisi Rastono Sumardi, Sastra

Oleh : Rastono Sumardi

 

Beras ini terakhir

dari tanah yang subur katanya,

dari lumbung yang katanya penuh,

dari negeri yang katanya makmur.

 

Tapi rakyat menanak sabar,

bukan menanak nasi.

Mereka mengunyah janji,

lebih keras daripada kerak panci.

 

Kenyang itu jadi mitos,

yang nyata hanyalah antre raskin

dan poster-poster senyum palsu

di dinding balai desa.

 

Negeri ini pandai sekali berakting:

miskin disulap jadi angka pertumbuhan,

lapar disulap jadi “ketahanan pangan,”

dan sabar…

oh, sabar sudah jadi mata uang resmi

di dompet rakyat jelata.

 

Beras terterakhir,

tapi entah siapa yang sempat makan.

Yang ada hanya kenyang propaganda,

sementara perut rakyat

masih berdiplomasi dengan kosong.

 

Luwuk, 28/08/2025

Satupena Sulawesi Tengah