Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) "Serpihan Langit Palestina"

  • Dec 08, 2024
  • Rastono Sumardi
  • Sastra, Puisi Leni Marlina

/1/

Serpihan Langit Palestina

Oleh Leni Marlina


Kami—
bukan sekadar anak-anak tanpa rumah dan mimpi,
kami bagaikan malam yang merajut perih,
lahir dari sungai darah yang menolak mengering,
di antara debu dan batu yang bercerita
dengan jerit purba dan getir sepi.

Kami mendengar gema langkah kami sendiri,
suara yang membubung seperti doa,
meski hanya pada reruntuhan;
"kami ada, kami di sini, kami tetap berdiri."

Kami seperti batu kali, keras dan tangguh ditempa kerasnya hidup,
menantang arus yang mencoba menyeret,
dalam pukulan-pukulan yang tak kunjung reda.

Ketika kami menyaksikan sendiri,
sahabat kami meregang nyawa dihadapan mereka,
kami bagaikan serpihan langit Palestina—
dari angkasa yang retak,
kami menangkap harapan
yang berhamburan bersama nyawa,
mengikuti mereka yang sudah lebih dahulu pulang menghadap-Nya.


Padang, Sumbar, 2021


/2/

Tanah yang Menyimpan Luka

Oleh Leni Marlina


Di sini—tanah Palestina—
bukan sekadar bentang bumi,
tapi nadi yang selalu berdarah
di sela tangis yang tak pernah terhapus.

Kami melangkah di atas puing-puing kelahiran,
menyulam luka dengan serat mimpi,
memekik "merdeka" dalam gema hampa,
kepada dunia yang kehilangan telinganya.

Kami mungkin hanya benih
di ladang yang belum rimbun,
tapi lihatlah, kami bagaikan bunga
yang lahir dari kerak luka.

Kami tumbuh, mengakar pada kehilangan,
melawan keangkuhan dengan lapar,
melindungi jiwa dengan doa,
karena hidup dan mati bukan milik siapa-siapa
selain Tuhan Yang Maha Kuasa.


Padang, Sumbar, 2021


/3/

Batu Kali di Sungai Palestina

Oleh Leni Marlina


Kau, anak-anak kecil yang membisu,
bagai batu kali yang terbaring dalam dasar sungai,
diseret arus perang, dihantam deras waktu.

Sungai itu mengalirkan ingatan yang koyak,
dari bayangan pohon yang hilang,
hingga serpihan rumah yang tercerai
dalam percikan air yang bergetar.

Matamu
menyimpan sunyi yang tak bisa dilupakan,
namun hatimu ramai bergejolak,
mengharapkan pagi yang datang dengan damai.

O, batu kali Palestina,
kau menggenggam rahasia tanah suci,
akar-akar zaitun memelukmu erat,
meski deru peluru  mencoba
membentakmu.

Kau bukan sekadar  batu—kau sejarah,
kau perjuangan, kau kebangkitan,
kau anak-anak Palestina
yang menolak hilang dalam arus waktu.


Padang, Sumbar, 2021

/4/

Angin yang Berbicara dalam Badai

Oleh Leni Marlina


Angin Palestina—
menyusuri reruntuhan, membawa
bisikan-bisikan dari langit yang gelap.
Kami adalah angin itu,
menyapu debu dan mengangkat sunyi
ke dalam perlawanan yang tak bertepi.

Kami dilanda badai deru peluru,
di tengah dunia yang membisu.

Kami berbicara dengan bahasa yang hilang,
namun tak pernah lupa,
karena meski tanah Palestina terbelah,
kami akan menjadi angin,
yang akan terus
menyampaikan perjuangan dan kebebasan.


-----------
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2021.  Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.

Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria's Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlahkomunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): 
Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://shorturl.at/2eTSB & https://shorturl.at/tHjRI;
 (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.