Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) "Mereka Bilang Kita Anak-anak"
- Nov 20, 2024
- Rastono Sumardi
- Sastra, Puisi Leni Marlina
/1/
Langkah Tak Terlihat
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita anak-anak, yang baru belajar melangkah.
Kita adalah langkah itu sendiri, kita langkah yang terlupakan,
menyusun dunia dengan jari yang belum terjamah,
berjalan di atas tanah yang belum tercatat,
tanpa jejak, tanpa bekas.
Matahari tak tahu kita,
kita bukan bayang langkah, yang terperangkap dalam waktu yang merekah.
Langkah kita mengisi ruang yang belum bernama,
menjadi garis penunjuk jalan.
Padang, Sumbar, 2017
/2/
Badai di Dalam Diri
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita adalah anak-anak, yang takut badai
Di dalam diri kita ada badai,
tapi badai itu tak terlihat,
hanya hembus angin yang berbicara lewat bibir.
Kita bagai peluru yang meluncur diam-diam,
menembus kebisuan,
menyusun dunia dari ketiadaan.
Tidak ada suara di luar sana,
hanya getar kita yang bisa merasakannya.
Padang, Sumbar, 2017
/3/
Pohon yang Tumbuh
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita anak-anak kemarin sore yang baru berkecambah.
Kita adalah pohon,
pohon yang tumbuh ke atas tanpa akar,
melawan gravitasi dengan ciuman angin.
Matahari yang selalu terbenam tidak tahu keberadaan kita,
karena kita merambat ke atas langit,
menjadi dahan yang mencengkeram awan.
Tanah melupakan kita,
kita bukan tumbuh di bumi,
kita tumbuh di ruang yang terbuka,
menembus langit yang selama ini hanya terbatas, untuk kalangan tertentu saja.
Padang, Sumbar, 2017
/4/
Kata-kata yang Menjadi Api
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita anak-anak, yang tak bisa berkata-kata.
Kita adalah kata yang tak pernah berhenti berkata,
terbakar dalam percakapan tanpa suara.
Kita tidak mencari makna,
kita menciptakan rasa dengan setiap hembus napas.
Kalimat kita menjadi percikan,
menjadi api yang membakar dunia dalam diam,
melawan hujan yang ingin memadamkan kita.
Kita bukan api yang membakar,
kita api semangat yang tak kan usai sebelum dunia berdamai.
Padang, Sumbar, 2017
/5/
Jalan yang Tak Terkepung
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita anak-anak dengan jejak di tanah.
Kita bukan jejak yang terpenjara di tanah,
kita jalan yang menembus api dan es,
berputar di luar batas yang terucapkan.
Kaki kita adalah pintu yang tak pernah terkunci,
kami memecahkan waktu menjadi potongan langit,
melawan gravitasi dengan tangan yang menggenggam impian.
Kita bukan pendaki yang menantang gunung,
kitacgunung yang mencari tempat berdiri.
Padang, Sumbar, 2017
/6/
Matahari Tanpa Tengah Hari
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita masih anak-anak, yang belum memancarkan cahaya.
Kita bukan sinar yang terikat waktu,
kita matahari tanpa tengah hari,
terbakar di sore yang tak pernah datang.
Kita bukan dunia yang menunggu pagi,
kita langit yang mengubah waktu
menjadi ritme yang tak terlihat.
Kita adalah cahaya yang mencari bayangan,
membentuk dunia tanpa batas,
menjaga hari tanpa malam.
Padang, Sumbar, 2017
/7/
Air dan Tanah
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita masih anak-anak, yang belajar berenang kemaren sore.
Sebagian kita dulu adalah air,
bukan air yang mengalir ke laut,
kita laut yang mencari aliran,
menemukan daratan yang tidak bisa ditemukan.
Sebagian kita dulu adalah sungai yang melawan batas,
mengubah tanah menjadi air,
mengisi ruang yang tak terisi,
menulis dunia dengan aliran yang tersembunyi.
Kini, kita bukan air yang mengalir,
kita hujan yang menanamkan laut.
Padang, Sumbar, 2017
/8/
Burung yang Tak Perlu Terbang
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita masih anak-anak kemaren sore, yang tak bisa terbang.
Kita dulu adalah burung,
bukan burung yang mengepak sayap,
tapi burung yang baru mendarat di permukaan bumi penuh harap.
Sekarang kita adalah angin yang menyapu tanah,
menemukan jalannya dalam setiap desah.
Kita tak perlu sayap untuk terbang,
tubuh kita yang terbang bersama langit,
melampaui awan yang tak bisa disentuh,
menjadi angin yang terbang jauh.
Padang, Sumbar, 2017
/9/
Gema Tanpa Suara
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita anak-anak, yang tidak bisa angkat suara.
Kita ini adalah gema,
bukan gema yang melantunkan suara,
kita sunyi yang mengubah dunia dalam hening.
Kita bukan bayang yang menunggu,
kita cahaya yang menumbuhkan keheningan,
menciptakan suara tanpa kata-kata,
menjadi ruang yang berbicara lebih keras daripada suara, mengisi ruang hampa.
Padang, Sumbar, 2017
/10/
Kapal yang Belum Pernah Berlabuh
Oleh Leni Marlina
Mereka bilang kita anak-anak, yang bermain kapal-kapalan.
Dulu kita adalah kapal, kapal kita tak pernah berlabuh,
mengembara tanpa arah,
tanpa jangkar,
menyusuri samudra yang belum ditemukan.
Kita kapal yang menunggu angin,
terombang-ambing dalam ketidakpastian,
menjadi arah yang tak akan pernah dituju.
Sekarang kita adalah laut,
kita laut yang menunggu daratan, menghantarkan kapal-kapal yang pulang ke kampung halaman.
Padang, Sumbar, 2017
Ilustrasi Puisi Leni Marlina (Padang) "Mereka Bilang Kita Anak-anak". Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artwork No. 251 (20.11.24) by AI
--------------------------
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2017 Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.
Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria's Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlahkomunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://tinyurl.com/zxpadkr; (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.