Kisah Sukses Para Sarjana Memilih Jadi Petani

  • Mar 01, 2025
  • Rastono Sumardi
  • Artikel

Oleh : Rastono Sumardi

Berikut adalah beberapa kisah inspiratif dari sarjana di Indonesia yang memilih menjadi petani dan mencapai kesuksesan:

1. Ainul Yaqin: Lulusan S2 yang Memilih Jadi Petani

Ainul Yaqin, lulusan S2 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Master Bisnis, memutuskan kembali ke kampung halamannya di Banyusari, Kabupaten Karawang, untuk mengelola lahan pertanian keluarganya. Dengan menerapkan pertanian modern, ia berhasil mengelola lahan seluas 50 hektare bersama sekitar 60 petani lainnya. Pada panen terakhir, mereka berhasil memproduksi 320 ton padi. Selain itu, Ainul juga mengembangkan penggilingan padi modern yang mempekerjakan sekitar 30 orang.

2. Ronal Simanjorang: Sarjana yang Menolak Tawaran Kerja di Bank dan Memilih Bertani Bawang

Ronal Simanjorang, lulusan sarjana agribisnis, memilih menjadi petani bawang di Desa Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, meskipun mendapatkan tawaran kerja di bank. Dengan ilmu yang diperoleh selama kuliah, Ronal membuka lahan bawang sendiri. Meskipun awalnya menghadapi stigma negatif dari masyarakat sekitar, ia tetap konsisten dan berhasil mengembangkan pertaniannya.

3. Pulung Widi Handoko: Petani Milenial Lulusan UGM dengan Omzet 70 Juta Rupiah per Pemetikan

Pulung Widi Handoko, lulusan Fakultas Pertanian UGM, sejak SMA sudah terjun ke dunia pertanian. Setelah lulus kuliah, ia mengelola lahan seluas 15 hektare yang tersebar di beberapa lokasi dan mempekerjakan sekitar 50 karyawan. Pada suatu saat, saat menanam cabai rawit, ia berhasil mencapai omzet rata-rata 70 juta rupiah dalam setiap pemetikan.

4. Agus Ali Nurdin: Sarjana IPB yang Sukses dengan Pendapatan Ratusan Juta Rupiah

Agus Ali Nurdin, alumnus S1 Agronomi IPB, memanfaatkan pengalaman magangnya di Jepang untuk menggerakkan ratusan petani di Cipanas, Cianjur. Mengelola lahan seluas 17 hektare di beberapa lokasi, Agus mampu mensuplai sayur ke berbagai outlet, mal, dan restoran Jepang di Jakarta, dengan pendapatan mencapai kurang lebih 500 juta rupiah per bulan.

5. Dedy Setiawan: Lulusan yang Memilih Pulang Kampung Menjadi Petani Jeruk

Dedy Setiawan, setelah lulus kuliah, memilih kembali ke kampung halamannya untuk menjadi petani jeruk. Dengan lahan seluas 0,6 hektare, Dedy berhasil mengembangkan pertanian jeruknya dan mendapatkan penghasilan yang memadai.

Kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa dengan pengetahuan, ketekunan, dan inovasi, lulusan perguruan tinggi yang memilih terjun ke dunia pertanian dapat mencapai kesuksesan yang signifikan.